14 July 2016
Leptospirosis “Penyakit Demam Banjir”



Penyakit Leptospirosis adalah jenis penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. Bakteri leptospira adalah penyebabnya, bakteri ini hidup dan berkembang biak di tubuh hewan. Hewan yang paling terjangkiti bakteri ini adalah hewan pengerat seperti tikus dan tupai. Bakteri leptospira keluar bersama denga urine hewan dan masuk ke tubuh manusia melalui telapak kaki, selaput lendir, mata, hidung, kulit luka atau terkena eksim, air, dan makanan. Bakteri ini akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 4-10 hari. Penyakit ini sering muncul ketika terjadi banjir. Ketika banjir melanda, kemungkinan orang yang terinfeksi lebih banyak. Ini disebabkan bakteri leptospira bisa mengendap di tanah dan bertahan sampai hitungan bulan. Begitu ada banjir, bakteri yang mengendap di dalam tanah terbawa air dan menempel di lantai, dinding, perabot, dan benda-benda yang terkena banjir. Penyebab lain kenapa di saat banjir penyakit leptospirosis lebih mudah berjangkit adalah karena ketika banjir, sarang-sarang tikus terendam. Tikus pun akan segera mencari tempat yang aman. Pada saat tikus-tikus mengungsi kandung kemihnya yang lemah membuat urine lebih mudah berceceran di berbagai tempat.

Gejala awal terjangkit penyakit leptospirosis ditandai dengan demam menggigil, pegal linu (terutama betis dan punggung), nyeri kepala, nyeri tenggorokan, batuk kering, mual-muntah, sampai mencret-mencret. Ini terjadi di awal masa inkubasi. Pada masa stadium lanjut, akan muncul gejala seperti penyakit kuning. Ini dikarenakan leptospira telah menyerang hati. Gejalanya kulit dan putih mata menjadi kekuningan, mata merah layaknya sedang sakit mata, adakalanya disertai pendarahan, dan kulit pun meruam merah. Jika diperiksa dengan stetoskop, dokter akan mendengarkan bunyi paru-paru yang abnormal. Komplikasi ke selaput otak bisa menimbulkan gejala nyeri kepala, kejang-kejang, leher kaku, dan penurunan kesadaran.

          Pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk memastikan diagnosa leptospirosis, terdiri dari pemeriksaan secara langsung untuk mendeteksi keberadaan kuman leptospira atau antigennya (kultur, mikroskopik, inokulasi hewan, immunostaining, reaksi polimerase berantai), dan pemeriksaan secara tidak langsung melalui pemeriksaan antibodi terhadap kuman leptospira ( MAT, ELISA, tes penyaring).

 
22 August 2017 - Kesempatan Berkarir
17 March 2017 - Selamat Datang
17 March 2017 - Mammografi, Bagian Terpenting Deteksi Dini Kanker Payudara
17 March 2017 - Pentingnya Premarital Check Up Sebelum Menikah
17 March 2017 - Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear
Arsip berita
  Visitor 353444 since May 20, 2010.
Certified to QMS-Certificate No. 500164   Copyright © 2010 Budi Sehat. All Rights Reserved