17 March 2017
Influenza



Influenza sering kali disamakan dengan pilek. Padahal, pilek hanyalah salah satu dari gejala influenza. Influenza adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan termasuk saluran hidung. Virus masuk ke dalam tubuh makhluk hidup kemudian menggunakannya sebagai tempat untuk berkembang biak. Virus ditularkan ke orang lain melalui butiran cairan dari air liur atau lendir yang dikeluarkan saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Virus segera menyebar bersamaan dengan cairan yang dikeluarkan. Udara menjadi media penyebaran virus dan jika Anda menghirup udara tersebut dengan kondisi tubuh yang tidak fit dapat membuat Anda mudah terjangkit flu. Itulah sebabnya penyebaran flu sangat mudah.

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, nasal secretions (ingus), kotoran dan darah. Infeksi juga terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh. Udara yang tercemar virus ini dianggap bisa menyebabkan infeksi kebanyakan. Virus influenza dapat menjadi tidak aktif/mati oleh sinar matahari, disinfectan dan deterjen. Virus dapat juga dibunuh oleh sabun; sering mencuci tangan mengurangi risiko infeksi.

Seseorang yang terjangkit influenza bisa terlihat sehat antara dua-tiga hari setelah terinfeksi dan bisa menularkan selama sedikitnya sekitar sepuluh hari. Anak-anak lebih banyak tertular dari orang dewasa dan virus menetap dan tidak memperlihatkan gejala sampai dua minggu setelah terinfeksi.

Influenza dapat menyebar dalam tiga cara:

  • Melalui lendir bersin yang masuk ke dalam mata, hidung atau mulut orang lain yang sehat.
  • Melalui udara tercemar virus dari orang yang batuk, bersin dan ludahan kemudian masuk lewat pernafasan orang sehat.
  • Melalui tangan ke mulut baik dari kejangkitan permukaan langsung atau kontak pribadi, seperti berjabat tangan.

Ketiga cara di atas berkontribusi terhadap penyebaran virus. Pada jalur udara, suatu tetesan kecil cairan yang berisi virus influenza (kira-kira berdiameter 0,5 hingga 5 μm) yang terhirup sudah cukup untuk menjadi infeksi bagi seseorang. Meskipun demikian, walau satu bersin bisa berisi 40.000 tetes cairan, kebanyakan dari tetesan ini akan segera hilang di udara. Ketahanan influenza berada di udara terbuka kelihatannya dipengaruhi oleh tingkat kelembaban dan radiasi UV: dengan kelembaban dan kurangnya sinar matahari di musim dingin mungkin membantu virus bisa bertahan lama.

Virus influenza dapat menular melalui kontaminasi terhadap permukaan seperti kertas, kenop pintu, tombol lampu dan barang-barang rumah tangga lainnya. Waktu yang diperlukan virus untuk tetap bertahan pada permukaan benda bervariasi. Mereka dapat tetap hidup dalam satu sampai dua hari pada lapisan yang keras atau permukaan tidak berpori seperti logam atau plastik; selama sekitar lima belas menit pada kertas tisu kering, dan hanya lima menit di kulit. Namun, jika virus berada di lendir, maka mereka akan bisa bertahan dalam waktu lama.

Gejala influenza dimulai secara cepat dalam satu hingga dua hari setelah terinfeksi. Biasanya gejala pertama adalah bersin atau sensasi rasa kaku, demam juga umum terjadi di awal infeksi, dengan suhu tubuh berkisar 38-39 ° C. Banyak orang yang sakit flu lebih memilih bertahan di tempat tidur untuk beberapa hari. Sakit flu menimbulkan rasa sakit dan nyeri di seluruh tubuh mereka, yang lebih parah di punggung dan kaki. Gejala influenza yang mungkin bisa terjadi antara lain badan nyeri, terutama sendi dan tenggorokan; kedinginan dan demam yang ekstrim; kelelahan; sakit kepala; mata berair; mata, kulit (terutama wajah), mulut, hidung dan tenggorokan memerah; abdominal pain/sakit perut pada anak-anak. Dari gejala-gejala tersebut, kombinasi demam dengan batuk, sakit tenggorokan dan/atau keluarnya ingus dapat meningkatkan keakuratan diagnostik.

Salah satu pencegahan terhadap influenza adalah dengan memberikan vaksin influenza. Vaksin terhadap influenza terutama ditujukan untuk mencegah penyakit influenza dan komplikasi akibat penyakit tersebut. Vaksin yang diberikan merupakan vaksin influenza dari virus yang sudah inaktif dan diberikan secara suntikan intramuskuler di daerah deltoid pada orang dewasa atau anak-anak pada daerah paha anterolateral. Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada mereka yang telah diketahui mempunyai hipersensitivitas terhadap telur.

Sistem pengobatan yang utama untuk mengatasi influenza adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya adalah:

·          Istirahat cukup

·          Hentikan kegiatan olahraga untuk sementara waktu

·          Banyak minum air putih

·          Hisap tablet antiseptik bila ada gejala awal sakit tenggorokan

·          Jika Anda ingin mengkonsumsi obat flu, pilihlah obat sesuai gejala yang Anda alami.

 
22 August 2017 - Kesempatan Berkarir
17 March 2017 - Selamat Datang
17 March 2017 - Mammografi, Bagian Terpenting Deteksi Dini Kanker Payudara
17 March 2017 - Pentingnya Premarital Check Up Sebelum Menikah
17 March 2017 - Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear
Arsip berita
  Visitor 367826 since May 20, 2010.
Certified to QMS-Certificate No. 500164   Copyright © 2010 Budi Sehat. All Rights Reserved