.jpg

Jangan Sepelekan Stroke Ringan !
Ini 4 Cara Mengatasinya

Jangan sepelekan stroke ringan ya Sobat BS ! Penyakit ini dikenal sebagai  the silent killer, karena penyakit ini sangat berbahaya dan bisa membunuh secara diam-diam akibat kelumpuhan otak. 

Sebagian dari kita mungkin tak asing dengan stroke, tetapi bagaimana dengan transient ischaemic attack (TIA) atau stroke ringan? Walaupun ada kata “ringan”, TIA atau stroke ringan tak boleh diabaikan. Sebab, bisa menimbulkan dampak serius di kemudian hari. 

 

Lalu, bagaimana cara mengatasi stroke ringan?

 

Sebelum mengetahui cara mengatasi stroke ringan, tak ada ada salahnya untuk berkenalan dulu dengan gejalanya. Gejala stroke ringan kebanyakan terjadi secara tiba-tiba. seperti apa sih gejala stroke ringan yang umumnya dialami oleh pengidapnya?

 

  • Perubahan pada indra ( pendengaran, penglihatan, rasa, dan sentuhan.)

  • Perubahan kewaspadaan (termasuk kantuk atau tidak sadar).

  • Perubahan mental (kebingungan, kehilangan ingatan, kesulitan menulis atau membaca, kesulitan berbicara, atau memahami orang lain.)

  • Masalah otot( kelemahan otot, kesulitan menelan, atau kesulitan berjalan.)

  • Pusing atau kehilangan keseimbangan dan koordinasi.

  • Kurangnya kontrol atas kandung kemih atau usus.

  • Masalah saraf, seperti mati rasa atau kesemutan pada satu sisi

 

Ingat, segeralah temui atau tanyakan pada dokter bilang mengalami gejala stroke ringan di atas.

Selanjutnya, bagaimana sih cara mengatasi stroke ringan?

1. Perubahan gaya hidup

Berhenti merokok, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat atau bergizi seimbang.

2. Konsumsi atau terapi obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan seperti obat pengencer darah untuk mengurangi pembekuan darah

3. Menyingkirkan infeksi

Beberapa penyebab TIA hanya bisa terlihat lewat pemeriksaan atau peralatan khusus di rumah sakit. Dokter saraf nantinya akan melakukan tindakan ketika penyebabnya sudah diketahui. Misalnya, menyingkirkan vasculitis (peradangan pada pembuluh darah), diseksi arteri karotis, atau infeksi lainnya.

 

4. Operasi

Operasi ini biasanya dilakukan pada mereka yang mengalami penyumbatan arteri leher. Prosedur ini disebut dengan endarterektomi.