top of page
.jpg

Darurat Gagal Ginjal Usia Muda:
Ketika Gaya Hidup "Manis" Membawa Petaka

Dulu, ruang cuci darah (hemodialisis) di rumah sakit umumnya dipenuhi oleh pasien lanjut usia. Namun, pemandangan tersebut kini telah berubah. Beberapa tahun terakhir, data menunjukkan fenomena mengejutkan: peningkatan drastis pasien gagal ginjal kronis di kalangan remaja dan dewasa muda (usia 18-30 tahun).

Banyak anak muda harus menjalani cuci darah seumur hidup atau menunggu transplantasi ginjal karena kebiasaan sehari-hari yang merusak ginjal secara perlahan.

​

Mengapa Ginjal Anak Muda Rusak? (Gaya Hidup Tidak Sehat)

Penyebab utama gagal ginjal pada usia muda bukanlah faktor keturunan, melainkan gaya hidup tidak sehat (lifestyle disease). Berikut adalah pelaku utamanya:

​

  1. Konsumsi Minuman Manis & Kemasan Berlebih: Konsumsi teh, kopi, minuman energi, dan boba yang tinggi gula secara rutin memicu diabetes dan peradangan kronis, yang merusak pembuluh darah kecil (glomeruli) di ginjal.

  2. Kurang Minum Air Putih: Ginjal membutuhkan air untuk membuang racun. Kurang minum air putih (dehidrasi kronis) memaksa ginjal bekerja ekstra keras, meningkatkan risiko batu ginjal dan infeksi saluran kemih yang berujung pada kerusakan ginjal.

  3. Konsumsi Makanan Tinggi Garam (Asin): Makanan cepat saji (fast food), camilan kemasan, dan makanan instan tinggi natrium dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi), yang merupakan penyebab utama kedua gagal ginjal.

  4. Minum Obat atau Suplemen Tanpa Pengawasan: Penggunaan obat anti-nyeri (pereda sakit) yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat merusak jaringan ginjal.

  5. Malas Bergerak (Sedentary Lifestyle): Kurangnya aktivitas fisik memicu obesitas, yang berkaitan langsung dengan risiko diabetes dan gagal ginjal.

 

Gejala yang Sering Diabaikan

Penyakit ginjal sering dijuluki silent killer karena tidak menimbulkan gejala khas hingga tahap lanjut. Namun, waspadalah jika muncul gejala seperti:

  • Wajah, tangan, atau kaki bengkak (terutama di pagi hari).

  • Urine berbusa atau berwarna gelap.

  • Tubuh terasa lelah, lemah, dan kurang bertenaga.

  • Sering buang air kecil (terutama malam hari).

  • Sesak napas.

 

Cara Pencegahan: Tips Ginjal Tetap Sehat

Ginjal adalah organ vital yang tidak dapat diperbarui. Pencegahan adalah cara terbaik untuk menjaga ginjal tetap sehat:

  1. Cukupi Kebutuhan Air Putih: Minum air putih yang cukup untuk membantu ginjal membuang racun. Kebutuhan air bervariasi, namun pastikan urine berwarna kuning muda jernih.

  2. Kurangi Konsumsi Gula dan Garam: Batasi minuman kemasan, boba, kopi manis, dan makanan instan. Pilih makanan segar dan kurangi penggunaan penyedap rasa.

  3. Aktif Bergerak dan Olahraga: Lakukan olahraga rutin seperti berjalan kaki, berlari, atau bersepeda untuk menjaga berat badan ideal dan tekanan darah stabil.

  4. Hindari Merokok dan Alkohol: Merokok merusak pembuluh darah, termasuk yang menuju ginjal, dan mempercepat penurunan fungsi ginjal.

  5. Hindari Obat-obatan Tanpa Resep: Jangan membiasakan minum obat pereda nyeri tanpa aturan dosis yang benar.

  6. Skrining Kesehatan Rutin: Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal (cek urine dan darah) terutama jika memiliki riwayat keluarga penyakit ginjal, diabetes, atau hipertensi.

Jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, diabetes, atau tekanan darah tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Lab Klinik Budi Sehat. Dokter dan para tenaga medis kami siap membantu.

​

Informasi dan Reservasi silahkan hubungi : 

  • Budi Sehat Solo :Tlp (0271) 648026 / WA 0811 267 4420

  • Budi Sehat Surabaya : Tlp (031) 35979888 /  WA 0811 285 2727

  • Budi Sehat Yogyakarta : Tlp (0274) 485947 / WA 0811 267 4426

  • Budi Sehat Sukoharjo : Tlp (0271) 590858 / WA 081 667 1431

  • Budi Sehat Sragen : Tlp (0271) 891659 / WA 0811 267 4429

Copyright 2019 | PT. BUDI SEHAT SENTRA DIAGNOSTIKA

Terakreditasi
bottom of page